Ilmu Pengetahuan & Informasi

Selasa, 22 September 2020

Apa Itu Investasi Fintech: Pengertian, Jenis, Dan Penerapannya


Financial Technology atau yang biasa disingkat dengan sebutan fintech ini merupakan sebuah inovasi baru yang berkembang dalam bidang jasa keuangan dengan memanfaatkan teknologi modern yang semakin canggih. Pengertian lain dari fintech adalah salah satu jenis perusahaan yang bergerak di jasa keuangan yang menggabungkan pelayanan dengan teknologi modern. Ada 4 jenis fintech yang berkembang dan bisa dimanfaatkan oleh semua orang. Apa itu investasi fintech? Berikut ini adalah 4 jenis fintech yang wajib anda tahu.

  1. P2P Lending and Crowdfunding: bisa dikatakan juga sebagai marketplace financial dalam bentuk platform yang bisa diakses oleh banyak orang. Jenis platform yang satu ini dapat mempertemukan kedua belah pihak yang membutuhkan dana dengan pihak lain yang bisa memberikan investasi atau suntikan dana. Melalui proses P2P lending and crowdfunding ini dianggap proses investasi dapat dilakukan secara lebih praktis karena bisa dilakukan melalui satu platform online saja. Tentunya hal ini merupakan investasi yang menguntungkan sekali.
  2. Manajemen Resiko investasi: jenis fintech yang satu ini dihadirkan untuk memantau kondisi keuangan yang dimiliki oleh seseorang serta bisa dimanfaatkan untuk melakukan perencanaan keuangan dengan lebih mudah dan tentunya dapat dilakukan lebih praktis. Jenis fintech yang satu ini dapat diakses dengan mudah melalui smartphone secara cepat. Anda tinggal memberikan beberapa data yang diperlukan untuk dapat melakukan pengontrolan terhadap keuangan yang anda miliki.
  3. Payment, Clearing, and Settlement: biasa dikenal dengan payment gateaway atau e-wallet yang sangat bermanfaat bagi para pengguna yang tidak suka membawa uang cash. Ia bisa digunakan dengan bebas untuk melakukan berbagai pembayaran dengan mudah tanpa memerlukan uang cash.
  4. Market Aggregator: salah satu jenis fintech yang kini lebih mengacu kepada sebuah portal yang didirikan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang terkait dengan keuangan dan disajikan kepada target audiens atau pengguna secara luas dan bebas. Biasanya fintech jenis yang satu ini memiliki berbagai informasi berupa tips mengatur keuangan, investasi, dan penggunaan kartu kredit. Kehadiran market aggregator ini diharapkan jika semua pengguna dapat menyerap berbagai informasi sebelum mengambil langkah dalam keputusan tentang berbagai hal yang mengenai keuangan.

Penggunaan Fintech di Indonesia

Penggunaan fintech di Indonesia sendiri sudah berlandaskan hukum seperti Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/22/DKSP tentang penyelenggaraan layanan keuangan digital, Peraturan Bank Indonesia No 18/17/PBI/2016 yang menjelaskan tentang Uang Elektronik, dan landasan hukum yang terakhir adalah Peraturan bank Indonesia no 18/40/PBI/2016 yang menjelaskan tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Regulasi yang dibuat oleh pemerintah tersebut bertujuan agar para pengguna dan juga penyedia jasa fintech OJK dapat melakukan aktivitas financial secara lebih nyaman dan juga efisien sekaligus terjamin keamanannya. Itu tadi ulasan mengenai jenis fintech yang ada di Indonesia. Namun sebelum memulai menggunakan platform fintech tersebut ada baiknya kamu belajar investasi terlebih dahulu agar dapat dengan bijak mengelola keuangan kamu nantinya 

Senin, 07 September 2020

Manfaat, Dosis, Serta Efek Samping obat Kloramfenikol

Mengintip Manfaat, Dosis, Serta Efek Samping obat Kloramfenikol di Sini

Chloramphenicol merupakan obat antibiotik yang dapat mengatasi berbagai infeksi bakteri. Termasuk juga infeksi bakteri yang serius, terutama saat penyakit tersebut tidak membaik saat menggunakan obat lain. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, salep mata, bentuk tetes untuk mata dan telinga, sirup, kapsul, serta suntik. Chloramphenicol atau Kloramfenikol bekerja dengan cara memusnahkan bakteri penyebab infeksi, atau menghentikan pertumbuhannya.

Obat Chloramphenicol

1. Manfaat

Manfaat atau kegunaan dari obat satu ini yaitu sebagai pengobatan untuk demam tifus, paratifus, H. Influenza, infeksi Salmonella, terutama infeksi Rickettsia, Meningeal, Lympogranulloma psittacosis, Gas Grangene, Anthrax, bakteri gram negatif penyebab meningitis, infeksi kuman atau bakteri yang resisten terhadap antibiotik yang lain, serta infeksi mata dan telinga.

Obat Chloramphenicol hanya dapat digunakan dengan adanya resep dokter, dan untuk mengobati penyakit pada orang dewasa serta anak-anak di atas usia 2 tahun. Secara umum, obat ini memiliki nama merk dagang Chloramphenicol IV dan Chloromycetin, dan tersedia ke dalam beberapa bentuk. Termasuk diantaranya sirup, obat tetes, kapsul, tablet, serta injeksi, dengan harga yang beragam tergantung pada apotek yang menjualnya.

2. Dosis

Untuk obat Kloramfenikol dalam bentuk sirup, tablet serta kapsul maka dosis yang diberikan untuk orang dewasa yakni 50 mg/kgBB per harinya dan terbagi dalam 4 dosis. Namun untuk infeksi berat dosis tersebut dapat ditingkatkan menjadi 100 mg/kgBB per hari. Sedangkan untuk anak-anak, dosis yang diberikan yakni 25 hingga 50 mg/kgBB per hari yang terbagi dalam 4 dosis. Dan dapat dinaikkan hingga 100 mg/kg per harinya pada infeksi berat.

Untuk obat yang dalam bentuk suntik atau injeksi akan disesuaikan dengan kondisi penderita. Chloramphenicol suntik ini hanya boleh diberikan oleh seorang dokter atau perawat yang berada di bawah pengawasan dokter. Untuk obat tetes mata dosisnya 1 tetes setiap 2 jam dan dilakukan selama 2 hari pertama saja. Setelah itu dosis perlu dikurangi menjadi 1 tetes, 3 hingga 4 kali sehari selama 3 hari.

Sedangkan obat tetes untuk telinga diberikan 3 hingga 4 tetes setiap 6-8 jam selama 1 minggu penuh. Dan untuk obat Kloramfenikol dalam bentuk salep, dioleskan sebanyak 4 hingga 5 kali sehari hingga penyakit infeksi sembuh, atau sesuai dengan anjuran dari dokter. Ingat, jangan menggunakan obat ini lebih dari satu minggu, kecuali atas saran dokter dan di bawah pengawasannya.


3. Efek Samping

Obat Chloramphenicol dapat mengakibatkan beberapa efek samping seperti pusing, mual atau muntah, sariawan, pandangan kabur, sakit kepala, sensasi tersengat pada telinga atau mata, serta diare. Namun efek ini termasuk efek ringan dan hanya terjadi sebentar saja setelah menggunakan obat. Jika efek tersebut tidak kunjung hilang dan terasa menjadi lebih berat, maka segera periksakan ke dokter terdekat.

Anda juga disarankan untuk segera menuju ke dokter jika mengalami reaksi alergi terhadap obat, atau mengalami efek samping yang serius. Seperti merasa sangat lemas dan lelah, sulit untuk bernapas, mudah terkena infeksi, dan mudah memar. Penggunaan Kloramfenikol dalam jangka waktu yang lama juga dapat mengakibatkan anemia aplastik. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara rutin sesuai dengan anjuran dokter.

Jika membutuhkan obat ini, sekarang anda tidak perlu lagi keluar menuju apotek untuk membelinya. Karena pada platform halodoc kini menyediakan fitur belanja obat-obatan serta vitamin yang bisa anda lakukan dari rumah. Setelah berkonsultasi dengan dokter yang juga bisa dilakukan melalui halodoc, anda bisa langsung melakukan check out obat tersebut. Untuk informasi mengenai jenis-jenis obat lainnya bisa anda temukan dengan mengunjungi ekodabiyori.com.